Meskipun kepopulerannya di Indonesia kalah jauh dibanding PS4, Xbox One juga memiliki penggemarnya sendiri.

Jika kamu masih ragu akan mengambil console yang mana, semoga saja artikel ini dapat membantu meyakinkan dirimu mana console yang cocok untuk seleramu. Tanpa panjang lebar lagi, berikut pembahasannya.

Desain Hardware

Xbox One memiliki desain yang cukup simpel, console terbaru dari Microsoft ini memiliki bentuk kotak yang terlihat sangat kokoh dan padat. Casing yang dilapisi finishing setengah licin dan setengah halus juga menambah kesan modern dari console ini. Jika PS4 bisa diumpamakan bagai tulisan dengan efek italic, maka Xbox One dapat diumpamakan sebagai tulisan dengan efek bold. Console ini memiliki ukuran 33.3cm x 27.4cm x 7.9cm (panjang x lebar x tinggi). Sedikit lebih besar dibandingkan saingannya, PS4.

Controller

Perbandingan controller Xbox One (kiri) dengan Xbox 360 (kanan)

Dari segi desain, sepintas controller Xbox One terlihat tidak berbeda jauh dengan controller pendahulunya, Xbox 360. Di luar itu, saya tidak melihat banyak perubahan dari segi fungsionalitas.

Selain controller standar, pada ajang E3 2015 kemarin Microsoft mengumumkan controller Xbox One baru yang sangat keren dan memiliki fungsi yang sangat komplet. Sayangnya, controller yang diberi nama Xbox Elite Wireless Controller ini dibanderol dengan harga nyaris Rp2 juta. Cek detail mengenai controller tersebut melalui video di bawah ini.

Spesifikasi

Xbox One memiliki spesifikasi yang tidak terlalu jauh berbeda dibandingkan dengan PS4. Berikut adalah detailnya:

8 GB DDR3 RAM, dengan 3 GB sudah terpakai untuk OS.
8-core, x86 prosesor.
500 GB hard drive.
Blu-ray drive.
3 port USB 3.0.
Port HDMI (in dan out)
VGA khusus Xbox One berdasarkan arsitektur AMD

Seperti yang sudah saya utarakan juga di pembahasan mengenai PS4, kekuatan dari hardware bukanlah hal yang harus diperhatikan. Yang perlu memperhatikan spesifikasi hanyalah developer yang akan berusaha membuat game mereka jalan selancar mungkin di platform apapun. Jadi, kalau kamu ragu hendak mau memilih PS4 atau Xbox One, layanan dan pilihan game adalah hal-hal yang harus kamu perhatikan.

Game

Xbox One memiliki penyakit yang sama dengan yang dimiliki Xbox 360 dulu. Console ini memiliki potensi untuk menjadi console dengan banyak game eksklusif. Tapi sayang, terlalu banyak game pada console ini yang juga dirilis di luar Xbox. Walaupun biasanya game eksklusif Xbox One tidak dirilis di PS4, melainkan di PC.

Satu setengah tahun pertama Xbox One, console ini memiliki judul-judul eksklusif seperti Ryse: Son of Rome, Dead Rising 3, dan D4: Dark Dreams Don’t Die. Ketiga game tersebut kini sudah dirilis di PC. Meskipun begitu, Xbox One masih memiliki judul-judul eksklusif menarik seperti seri Forza atau Sunset Overdrive. Ke depannya Xbox One juga akan memiliki judul-judul menarik lain seperti ReCore, Scalebound, Halo 5: Guardians, Quantum Break, dan lain-lain.

Layanan

Xbox One memiliki layanan Xbox Live yang sudah eksis sejak tahun 2002 lalu. Layanan ini kurang lebih sama dengan PlayStation Network, walaupun beberapa orang mengakui kalau untuk urusan koneksi, Xbox Live bisa lebih diandalkan daripada layanan milik Sony tersebut.

Jika PlayStation memiliki PlayStation Plus, maka Xbox memiliki Xbox Live Gold. Sistem langganan ini menawarkan fitur-fitur yang kurang lebih sama seperti saingannya. Melalui Xbox Live Gold, kamu bisa menikmati permainan multiplayer online, sistem matchmaking yang canggih sesuai dengan kebiasaan bermain kamu, dan berbagai fitur online lainnya. Selain itu, Xbox Live Gold juga memiliki tawaran game gratis setiap bulannya dalam wujud Games With Gold.

Backward Compatibility

Tadinya Xbox One merupakan sistem yang tidak memiliki dukungan backward compatibility sama sekali. Namun baru saja diumumkan pada E3 2015, console ini akan bisa mengizinkan pemainnya untuk memainkan game Xbox 360 secara langsung menggunakan Xbox One. Sayangnya fitur ini baru tersedia akhir tahun 2015, dengan tes beta tengah berlangsung untuk beberapa gamer terpilih yang mendapat undangan.

Fitur backward compatibility bisa menjadi nilai jual lebih tersendiri yang dimiliki Xbox One dibanding dengan PS4. Tanpa harus membayar lagi game digital yang telah kamu miliki dan hanya dengan memasukkan DVD Xbox 360 yang kamu punya, kamu akan bisa memainkan ribuan koleksi game yang tersedia di Xbox 360. Saya bahkan tergoda untuk membeli Xbox One hanya karena ingat betul-betul perlu memainkan Lost Odyssey dan Blue Dragon.

Kinect 2.0

Kinect adalah periferal tambahan untuk Xbox One yang sangat berpotensi menjadi masa depan teknologi, tapi bukan teknologi video game. Ketika baru dirilis, Microsoft membundel seluruh Xbox One dengan Kinect yang sebenarnya bukanlah periferal yang dibutuhkan semua orang. Hal ini tentunya membuat harga Xbox One menjadi lebih mahal dan berimbas ke berkurangnya peminat dibanding saingan yang lebih murah.

Untungnya kini Xbox One tidak dibundel dengan Kinect lagi dan membuat harganya turun mendekati sang pesaing. Walaupun cukup disayangkan juga Microsoft kini betul-betul memutus hubungan dengan Kinect sampai-sampai periferal yang satu ini jadi nyaris tidak memiliki masa depan sama sekali.

Harga

Membicarakan masalah harga untuk Xbox One memang sedikit repot. Secara resmi console ini dibanderol dengan harga $399 (sekitar Rp5,4 juta) untuk versi tanpa Kinect, dan $499 (sekitar Rp6,4 juta) untuk versi dengan Kinect. Harga standarnya memang sama dengan harga jual PS4 di Amerika, namun karena Xbox One tidak tersedia secara resmi di Indonesia, harga yang ditawarkan toko-toko lokal pun sangat bervariasi.

Beberapa toko rekomendasi kami menawarkan bundel Xbox One plus Assassin’s Creed Unity dan Assassin’s Creed IV Black Flag dengan harga yang sangat murah yaitu Rp5,5 juta. Selain versi ini, agak sulit juga menemukan versi standar Xbox One di Indonesia. Sekalipun ada, entah mengapa harganya justru bisa lebih mahal dibanding versi paket dengan Assassin’s Creed.

Seandainya Microsoft mau merilis Xbox One secara resmi di Indonesia, tentunya harga yang lebih stabil dan murah akan bisa kita dapatkan. Walaupun saya ragu itu akan menjadi strategi yang bagus untuk Microsoft atau tidak.

Dukungan Microsoft kepada Indonesia

Nah, hal inilah yang menjadi nilai buruk utama dari Xbox One. Seperti yang saya singgung di atas, tidak seperti Sony yang menunjukkan dukungan total kepada pengguna PlayStation di Indonesia, Microsoft bahkan belum merilis Xbox One secara resmi di sini. Hal ini tidak saja mempengaruhi harga console dan game, tapi juga mempengaruhi tersedianya layanan dan produk-produk Xbox One lainnya di Indonesia.

Microsoft sendiri memiliki kantor cabang di Indonesia, namun kantor tersebut lebih berkonsentrasi ke distribusi Windows dan produk-produk yang berhubungan dengan komputer dan smartphone. Meskipun hal ini bisa dibilang minor, tapi ke depannya jelas akan mempengaruhi kenyamanan kita semua dalam menggunakan Xbox One.

Koneksi dengan Windows 10

Selain berbagai hal yang bisa kamu nikmati di atas, kamu juga akan bisa menikmati berbagai fitur-fitur menarik dengan menggunakan Xbox One dan Windows 10. Salah satu hal unik yang ada adalah fitur untuk melakukan streaming dari Xbox One ke PC. Dengan fitur ini, kamu dapat bermain game Xbox One di komputer, laptop, atau bahkan tablet Windows milikmu. Tentunya streaming hanya dapat dilakukan dalam satu koneksi lokal.

Kamu juga bisa mengedit screenshot atau video yang diambil dari Xbox One langsung menggunakan Windows 10. Nantinya game yang dirilis di kedua platform ini juga akan mendukung fitur cross-platform multiplayer, itu berarti dua orang yang bermain dengan Xbox One dan Windows 10 dapat bertemu satu sama lain.

 

sumber: http://tinsafarm.com/hal-hal-yang-perlu-di-ketahui-mengenai-xbox-one/

Hal-hal yang Perlu diketahui Mengenai Xbox One

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *